Ramalan bencana di setelah GMT, benarkah?
Menurutnya, gerhana matahari total yang melintasi Indonesia adalah bagian dari Saros bulanan seri 130 yang berulang setiap 18 tahun 11 hari, dimulai pada tahun 1096 dan terus berlanjut hingga 2394.
Setelah mempelajari grafiknya, menurut Peter, kecenderungan aktivitas hot spot adalah di Mesir, Italia, Spanyol, Turki dan Armenia, Prancis, Portugal, serta Jerman.
Pada gerhana terakhir yang terjadi pada 13 September 2015 lalu Peter sudah memprediksi kalau akan ada serangan teror yang akan menewaskan banyak orang. Dan kemudian ramalannya kemarin benar benar terbukti pada serangan teror Paris pada 13 November 2015 kemarin.
“Dalam sebuah posting blog yang dipublikasikan pada Agustus lalu, saya menulis tentang gerhana matahari total dan memprediksi kemungkinan terjadi pembunuhan di Paris. Sedihnya, ternyata benar.”


Peter juga memperingatkan gerhana matahari kali ini adalah pertanda buruk jika melihat posisi planet-planet dan bintang-bintang.
“Jupiter adalah planet yang berkuasa dalam gerhana kali ini,”
“Musibahnya bisa karena si tokoh dijerat hukum atau meninggal dunia. Poin ini bisa batal jika matahari tiba-tiba tak terlihat di wilayah tersebut,”
Tidak ada yang bisa dibenarkan dan dipercaya dari sebuah ramalan, karena semua itu terjadi karena kuasa Tuhan bukan karena ramalan.
Bagaimana dengan anda? Percayakah?


No comments:
Post a Comment