Situs slot online

Acehbola Rupiah

Sunday, April 17, 2016

RENUNGAN | Hidup Ini Indah Tapi Hanya Untuk Sementara

Hidup ini memang indah penuh nikmat, tapi sifatnya hanyalah sementara., ada sebuah kata -kata yang berbunyi :" Nikmatilah hidup ini sebelum matimu," Hidup ini indah, tapi hanya untuk bersifat sementara.
Kesenangan menipu..
Keindahan yang sesaat..
Itulah hidup di dunia, hanya sebentar kita merasakannya, dan hanya sebentar juga kita melupakannya. Ingatan - ingatan dimasa lalu bersama sahabat, keluarga dan orang yang kita cintai sangatlah indah untuk di kenang tapi kadang juga sedih dan meneteskan air mata

  • Bersama Sahabat, kita mengerti tentrang arti tolong menolong dan berbagi masalah dan solusi
  • Bersama Kekasih, kita mengerti tentang arti sebuah ketulusan
  • Bersama Keluarga, kita mengeerti tentang arti kehidupan
Akankah semua ini akan tetap seperti ini?
Akankah kita selalu bersama saling sapa menyapa? Hm...
Mungkin nanti, jika kita mati semua ini hanya tinggal kenangan dan cerita.

Maka dari itu... Jalanilah hidup yang sangat cepat dan singkat ini dengan kebaikan, sebelum kematian menjemput kita.

Mayat manusia itu diikuti oleh tiga hal, dua kembali dan satu yang tetap bersamanya. Dia diikuti keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarga dan hartanya kembali, sementara amalnya tetap bersama.

  • • Jika kematian datang, tidak ada teman, tidak juga keluarga, dan tidak ada harta kekayaan. Hanya aku dan amalku.
  • • Kematian bagi setiap manusia sudah jelas dan pasti. Tinggal menunggu jadwal kita. Masihkah kita bermain-main dengan kehidupan ini?.
  • • Ingatlah mati, karena kematian tidak akan melupakanmu.
  • • Bila waktu sudah berlalu dan umur telah berakhir, teman terbaikmu adalah amal.
  • • Hidup dan mati sama-sama butuh persiapan, tapi persiapan mati sering sekali dilupakan.
  • • Saat malaikat izrail mencabut nyawa alangkah malangnya saat ajal tiba bila masih berlumur dosa berbalut nista.
  • • Kebanyakan kita mati-matian hanya mengejar gelar di dunia yaitu sarjana, master, doktor, profesor. Tapi tak menghiraukan untuk mempersiapkan gelar tertinggi manusia yaitu Almarhum.

No comments:

Post a Comment